<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6802526425463650065</id><updated>2011-11-27T17:13:02.817-08:00</updated><title type='text'>WORLD MOSLEM FORUM</title><subtitle type='html'>All about the movement of international moslem</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://international-moslem.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6802526425463650065.post-7431414169005702210</id><published>2009-04-17T22:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T22:07:16.742-07:00</updated><title type='text'>Asal Muasal Zionism</title><content type='html'>Shabbatai Zevi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideologi Zionisme Modern berakar pada pemikiran seorang Yahudi Mesiah palsu bernama Sabbatai Zevi dalam abad ke-17, ia mengklaim dirinya sebagai juru selamat Yahudi yang dijanjikan, ia datang untuk mendirikan kerajaan Yahudi di tanah yang dijanjikan di Palestina. Zevi adalah seorang tokoh yang sangat kontroversial, dia tidak hanya menolak Talmud tetapi memerintahkan untuk melakukan apa yang bertentangan dengan perintah Tuhan di dalam Talmud. “Dosa” dan “kesalahan” tidak ada lagi dan segala sesuatu serta apa pun diperbolehkan, perintah-perintah Tuhan di dalam Taurat sekarang dibatalkan, karena neurut Zvi, zaman mesiah telah tiba dan dialah orangnya yang akan melakukan penyelamatan terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ditulis oleh Jerry Rabow dalam bukunya berjudul “50 Jewish Messias” diterbitkan oleh Gefen di Jerusalem, (sumber Barry Chamish): “Melalui semua ini, Shabbatai Zevi terus mengeluarkan pernyataan mengenai perubahan teologis yang dilakukannya sehubungan dengan kedatangan zaman messiah. Kebaktian baru Shabbatai adalah, ‘Pujian kepada-Nya yang membolehkan yang terlarang.” Ketika segala sesuatu akan diizinkan pada zaman messiah, Shabbatai mengumumkan bahwa banyak dari pembatasan-pembatasan sebelumnya dalam Taurat tidak lagi diterapkan lagi. Dia menghapuskan hukum mengenai hubungan seksual. Dia secepatnya mengumumkan bahwa sejumlah tigapuluh enam jenis dosa utama yang dimuat dalam kitab Bibel saat ini diizinkan dan memerintahkan sebagian dari pengikut-pengikutnya bahwa adalah tugas mereka untuk melakukan beberapa dosa dalam rangka untuk mempercepat penyelamatan ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zevi atau Zvi adalah seorang kabbalis dan okultis yang menipu sebagian besar Yahudi pada waktu itu dan yang datang kemudian. Dia dilahirkan pada tanggal 9 Agustus 1626, di Smyrna, Turki. Pada tahun 1666 dia pindah agama dan memeluk Islam bersama-sama dengan sebagian dari pengikut-pengikutnya dan mengganti namanya dengan Aziz Mehemet. Sebagian besar Yahudi dikecewakan dengan tindakannya ini, akan tetapi dia mengatakan kepada mereka bahwa dia harus menjadi Muslim dalam rangka untuk memurtadkan orang-orang Muslim mengajaknya kedalam agama Yahudi, namun sebaliknya, kepada Sultan dan orang-orang Turki menceritakan bahwa dia harus tetap melakukan hubungan yang erat dengan Yahudi dalam rangka untuk memurtadkan Yahudi dan mengajaknya masuk kedalam agama Islam. Dengan demikian Zevi bebas untuk pergi kemanapun dan melakukan apapun yang ia sukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shabbatai Zvi, Nathan Ghazzati sang nabi dan Jacob Frank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal Zevi diungkapkan kepada orang-orang Turki oleh mesiah Yahudi lain dari Polandia. Zevi menyatakan kepada mesiah dari Polandia mengenai nubuwatan yang diberikan oleh orang kepercayaannya, Nathan Ghazzati sang nabi, bahwa Zevi ditakdirkan untuk menjadi penguasa Kekaisaran Ottoman. Akibatnya, Zevi diasingkan ke sebuah desa kecil di Albania dimana disana ia mati. Akan tetapi para pengikut Shabbatai sungguh kemudian menjadi penguasa sebenarnya di Turki modern, sekalipun hanya melalui cara halus yang tidak nampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Zevi di antara Yahudi tidak hilang dengan kematiannya, banyak orang Yahudi mempercayai si jago tipu-muslihat ini yang menghalalkan tipu-daya sebagai sebuah cara untuk mencapai tujuannya. Kemudian. seorang rabbi ekstrem bernama Rebbe Berechiah menggantikan peran Zevi dan mengambil-alih gerakan Shabbataisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barry Chamish dalam sebuah artikelnya berjudul “Deutsch Devils,” (Desember 31, 2003), dalam situsnya (barryChamish.com) mengatakan bahwa “para pengikut Shabbatai melanjutkan kehidupan kelompok mereka dengan sembunyi-sembunyi di dalam sebuah sekte Donmeh di Turki, kegiatan mereka berlanjut sampai dengan hari ini, sebagaimana dilaporkan secara ekstensif pada tahun ini, bahkan dilaporkan pula oleh the Jerusalem Post. Salah seorang pengikut Donmeh adalah Jacob Frank (1726-1726), yang akan mentransformasikan Eropa dan dunia ke dalam sebuah neraka Shabbataian, setidaknya setelah satu abad kemudian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jacob Frank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakob Frank kemudian menggantikan Rebbe Berechiah dan dalam abad kedelapan belas membawa ideologi Donmeh ke Eropa. Dia membuat sebuah persekutuan di dekat Frankfurt, Jerman, dengan seorang Jesuit bernama Adam Weishaupt dan kerajaan Rothschild. (Adam Weishaupt adalah pendiri Illuminati dan perampas kekuasaan atas loji-loji Freemasonic di seluruh dunia, khususnya loji-loji di Inggris serta Scotlandia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barry Chamish, di dalam artikel tersebut di atas, ia mengutip ucapan Rabbi Antelman yang menjelaskan didalam bukunya ” To Eliminate the Opiate: ” bahwa “Sebuah gerakan yang sepenuhnya pengikut setan saat ini sedang memegang peran”. Tujuan Jesuit adalah menghancurkan agama Reformasi Protestan yang mendorong dikembalikannya kedudukan seorang paus yang diberikan kewenangan penuh untuk menghakimi terhadap seluruh umat manusia. Sedangkan tujuan keluarga Rothschild adalah untuk melakukan kontrol terhadap kekayaan dunia. Sementara visi Frankist adalah membinasakan etika Yahudi untuk menggantikannya dengan sebuah agama yang benar-benar bertentangan dengan kehendak Tuhan atau [Setanisme kelas atas]. Ketika fraksi ini bersatu, meletuslah peperangan demi peperangan berdarah melawan kemanusiaan, dengan Yahudi di garis terdepan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah buku berjudul “The Messianic Idea in Judaism” ditulis oleh profesor Yahudi Gershon Scholem (edisi 1971, halaman 126) pengarang menulis tentang Jacob Frank sbb: “Dalam semua tindakannya [Jacob Frank] bertindak sebagai seorang yang sungguh-sungguh sangat jahat dan merosotkan moral dan etika individu” dan sebagai “salah satu dari fenomena yang paling menakutkan dalam keseluruhan sejarah Yahudi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jacob Frank menganggap dirinya sebagai seorang messiah. Dia mengaku sebagai titisan dari kepala keluarga Yahudi, Jacob. Dia memerintahkan kepada k.l. 13,000 orang pengikut-pengikutnya untuk berpura-pura memeluk agama Katholik dan melakukan infiltrasi di dalam gereja Katholik. Dia menunjuk Katholik sebagai “Esau,” saudara Jacob menurut kitab Bibel, sementara dia dan para pengikut-pengikutnya mengaku sebagai bagian dari Jacob menurut kitab Bibel. Kepada pemeluk agama Kristen Katholik dia menceritakan bahwa sudah waktunya untuk melakukan sebuah rekonsiliasi antara “Jacob” dan “Esau.” Sementara itu dia mengatakan kepada para pengikut-pengikutnya secara rahasia, bahwa mereka berperan sebagai Jacob yang menipu Esau sebagaimana dalam cerita Alkitab, sehingga melalui cara penipuan ini, kata Jacob, kita akan mendirikan sebuah kerajaan Yahudi yang anti-kristus di wilayah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabow, dalam bukunya pada halaman 130 menyebutkan bahwa: “para pengikut Frankis juga melibatkan diri dalam berbagai intrik politik internasional, dan mengirimkan utusan rahasia kepada pemerintah Russia serta Gereja Ortodoks Ketimuran menawarkan untuk membantu menggulingkan pemerintah Polandia serta Gereja Katholik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerry Rabow menggambarkannya lebih rinci dalam bukunya “50 Jewish Messiahs” (sumber Barry): “Dia [Frank] memperluas pengajaran paradoks Shabbatai Zevi bahwa dengan datangnya zaman messiah telah terjadi transformasi Alkitab mengenai larangan hubungan seksual menjadi dibolehkan dan bahkan merupakan sebuah kewajiban. Menurut Frank, melibatkan diri kedalam sebuah pesta-pora seks sekarang menjadi cara atau jalan untuk melakukan pensucian jiwa dari dosa-dosa. Penyelewengan susila menjadi sebuah terapi … Frank meyakinkan para pengikut-pengikutnya bahwa hanya ada satu jalan bagi agama Yahudi yang mereka yakini untuk tetap bertahan adalah dengan cara berpura-pura secara lahiriah memeluk agama Kristen, sebagaimana dilakukan oleh Yahudi Donmeh, berpura-pura memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bulan Pebruari 1759, para pengikut Frank menyatakan kepada Gereja Katholik bahwa mereka siap untuk di baptis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada halaman 121 buku Rabow, disebutkan bahwa: “Donmeh sekarang telah merubah Shabbatain Purim ke dalam sebuah pesta-pora seks tahunan, ketika para anggotanya saling bertukar pasangan dalam sebuah upacara yang disebutnya sebagai ‘memadamkan cahaya -extenguishing the lights.’ Donmeh menjustifikasi pesta pora seks Purim, dan mereka juga secara reguler mempraktekan aktivitas hubungan seks lainnya dengan saling bertukar pasangan istri-suami dengan memuji keteladan kitab Bibel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Jewish Encyclopedias mendefinisikan Donmeh sebagai “sebuah kata Turki untuk ‘orang murtad’ dan mengacu kepada Yahudi dari Timur Dekat pengikut Sabbatai Zevi yang memeluk agama Islam pada tahun 1666, tetapi dengan diam-diam mereka masih mempraktekan ajaran dan upacara agama Yahudi, menyembah Sabbatai sebagai Mesiah dan titisan Tuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti lain mengatakan bahwa: “Sikap Yahudi Donmeh kepada publik Turki memperlihatkan kasih sayang yang besar kepada Islam, akan tetapi di kalangan mereka, seluruhnya menolak Islam bahkan meremehkannya.” Tidak perlu dikatakan lagi bahwa di Kekaisaran Ottoman mereka juga secara diam-diam dan bahkan lebih membenci serta meremehkan agama Kristen. Sama seperti yang dilakukan oleh “Turki” Donmeh yang berkuasa di Turki sewaktu Perang Dunai I ketika terjadi Genosida atas suku bangsa Armenia. Mereka adalah para penguasa Kekaisaran Ottoman dan merekalah yang melaksanakan serta memberikan perintah untuk melakukan pembantaian — dengan cara paling kejam yang tidak pernah terpikirkan dalam benak manusia sesuai dengan rencana yang telah mereka buat untuk membantai — hampir semua penduduk Kristen di Asia Kecil: Satu Setengah Juta orang Armenia, setengah juta orang Yunani dan Yunani Pontian serta setengah juta orang Asyria dan Caldean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarang Turki, Mevlan Z. Rifat, mengacu pada sekte Donmeh dan dikatakannya sebagai “sebuah sekte sinkretis Yahudi-Muslim,” yang ditulis dalam bukunya berjudul “Inner Folds of the Ottoman Revolution” 1929.– “Genosida bangsa Armenia diputuskan pada bulan Agustus 1910 dan Oktober 1911 oleh seorang anggota Komite Turki Muda, dimana keseluruhan anggota komite adalah Yahudi Balkan dalam bentuk sekte sinkretis Yahudi-Muslim, termasuk di dalamnya adalah Tallat, Enver, Behaeddin Shakir, Jemal dan Nazim, mereka bergaya dan bersikap seperti orang-orang Muslim. Hal itu sesuai dengan loji Grant Orient yang didanai oleh Rothschild di Yunani Salonika. Oleh karena itu tidaklah heran infrastrukturnya disusun dalam bulan Agustus 1914 di Erzerum untuk merencanakan Pembantaian Besar-besaran - Great Massacres, hampir tiga bulan sebelum Turki terlibat ke dalam Perang Besar. Selama Perang Dunia I, Yahudi menduduki posisi-posisi penting dalam pemerintahan Turki yang belum pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya, termasuk anggota sekte sinkretis Yahudi-Muslim adalah tiga orang presiden Turki, yaitu Ataturk, Inonu, dan Bayar.” Tidak diketahui apakah buku karangan Rifat tersedia terjemahannya dalam bahasa Inggris atau tidak, namun buku itu sudah diterjemahkan kedalam bahasa Armenia pada tahun 1939.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan Yahudi bernama Avrum M. Ehrlick, menulis buku dengan judul “Sabbatean Messianism As Proto-Secularism” (sumber, tulisan Berry, Kerry, Gaza and the New Sabbatean Holocaust): “Dr Nazim, Nuzhet Faik, Mustafa Arif, Muslihiddin Adil, Sukru Bleda, Halide Edip Adivar dan Ahmet Emin Yalman mereka semuanya aktif di dalam gerakan Turki Muda serta berasal dari keluarga Yahudi Donmeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mehmet Kapanci (1839-1924) seorang walikota Salonica dan pemilik bank terkenal yang membiayai C.U.P [beberapa orang Armenia adalah anggota mason dan bagian dari the Committee of the Union and Progress Party sebelum terjadinya Genosida] dan berasal dari Yahudi Donmeh. Yahudi lainnya yang aktif di dalam gerakan Turki Muda adalah Nissim Mazliah dari Izmir dan Vitali Faradji, Moise Cohen (juga dijuluki Munis Tekinalp) adalah Yahudi yang aktif dan pernah menjadi mahasiswa kerabbian kemudian beralih menjadi pebisnis serta dengan aktif menyatakan kebanggaan identitasnya sebagai seorang Turki dengan sentimen/perasaan Zionis … Adalah aneh bahwa Perdana Menteri Israel pertama dan kedua, yaitu David Ben Gurion dan Moshe Sharett serta Presiden kedua Israel Yitzchak Ben Zvi pernah tinggal serta belajar di Istambul dan memeluk konsep ‘lehitatmen’, yang dalam bahasa Ibrani artinya adalah ‘untuk menjadi seorang Ottoman’. Ben Zvi dikatakan orang sebagai keturunan dari keluarga Sabbatean. Sharett bertugas pada angkatan darat Ottoman dalam Perang Dunia I. Ben Gurion pindah kewarganegaraan Russia menjadi warganegara Ottoman, mereka takut melakukannya di Palestina. Presiden Israel Ben Zevi, Zalman Shazar dan status yang lebih rendah lainnya seperti Yitzchak Navon, mereka menjadi mahasiswa Ottomanism. Mehmet Cavit Bey (1875-1926) adalah salah seorang tokoh politik Yahudi Donmeh yang paling penting. Dia aktif dalam revolusi pada tahun 1908, ia juga sebagai seorang editor sukses sebuah tabloid dan profesor keuangan serta pernah menjadi Menteri Keuangan selama tiga periode dalam pemerintahan Turki Modern sampai dieksekusi karena diduga keras berperan dalam usaha pembunuhan Ataturk. Cavit Bey adalah seorang Zionis yang paling bersemangat yang dapat melihat keuntungan-keuntungan bagi Turki di pemukiman Yahudi di Palestina.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemal Attaturk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avrum Ehrlich menguraikan secara terperinci dalam bukunya yang sama : “Tingkat keterlibatan Yahudi dalam revolusi gerakan Turki Muda diperdebatkan, beberapa membantah bahwa Yahudi dan Yahudi Donmeh mendominasi the Committee of the Union and Progress Party (C.U.P) yang menguasai Negara. Yang lainnya berpendapat bahwa hal ini adalah retorika anti-Yahudi dan terlalu melebih-lebihkan, sementara itu Yahudi mendukung revolusi di tingkat lapisan bawah, mereka tidak benar-benar terwakili di eselon partai. Menurut diplomat Inggris yang melaporkan kepada pemerintahnya menjelaskan bahwa ada sebuah komplotan konspirasi Yahudi-Masonik yang bekerja menguntungkan revolusi. Donmeh dipercaya sama-sama terlibat dalam revolusi, akan tetapi detilnya yang pasti sedikit diketahui karena sejumlah alasan-alasan … Adalah melalui loji Masonik-lah bahwa Donmeh, Yahudi dan Bektashi serta kaum sekuler, mereka yang kurang diterima dalam lingkungan mainstream masyarakat, namun kemudian mereka mampu mendapatkan pijakan yang sejajar, dan banyak dari mereka menjadi instrumen penting dari revolusi. … Dalam hubungan ini, benar atau tidaknya, terdapat kecurigaan bahwa Masonry bertanggungjawab atas hasutan dan aktivitas-aktivitasnya yang bersifat subversif, memang Turki waktu itu merupakan tempat yang sesuai untuk sebuah revolusi, menyediakan loji dan personilnya, kerahasiaan serta kerangka untuk revolusi. Donmeh tumbuh subur di lingkungan Masonik, membiarkan mereka secara rahasia maupun untuk mempengaruhi, memelihara ide-ide religius mereka dalam sebuah atmosfir yang non-dogmatis. Menghilangkan perbedaan antara Yahudi dan orang-orang Muslim, mereka tampak merepresentasikan kepuasan yang dikompromikan dari sebuah revolusi sekuler Turki Muda. Sampai hari ini Donmeh terlibat dalam Loji-loji Masonik Turki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barry Chamish percaya bahwa Genosida Bangsa Armenia adalah sebuah pengulangan Holokos Yahudi. Berry adalah mantan seorang anggota militer Israel dan beralih profesi menjadi seorang wartawan investigasi, ia sudah memberikan peringatan kepada sesama orang Yahudi mengenai akan terjadinya sebuah Holokos Kedua Yahudi yang waktunya sesuai dengan yang direncanakan Israel. Saat ini bangsa-bangsa Arab dan orang-orang Muslim memainkan peran Nazi Jerman sewaktu Perang Dunia II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Barry menyampaikannya kepada fakta, bahwa baik para perencana maupun penghasut Genosida bangsa Armenia dalam Perang Dunia II itu pada dasarnya sama dengan perencana dan penghasut Holokos Yahudi pada waktu Perang Dunia II, dan mereka sedang merencanakan holokos Yahudi lainnya saat terjadi Perang Dunia III, yang direncanakan disulut di Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menuduh pengarang artikel ini sebagai seorang anti-Semit, dia akan menjadi orang pertama yang datang untuk membantu setiap orang Yahudi yang hidupnya dalam keadaan bahaya. Juga, dia bukan seorang pembenci, hatinya penuh dengan cinta-kasih terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga bukan seorang pendusta, dia tidak akan melakukan kedustaan dengan sengaja; sekarang dia seorang tua yang ayahnya termasuk salah seorang yang selamat dari Genosida bangsa Armenia 90 tahun lalu dan dia sedang berusaha untuk menemukan fakta apa yang sebenarnya terjadi, karena keadilan di muka bumi ini belum menyentuh terhadap Genosida Armenia dan isunya tidak pernah akan mati. Tidak bisa disapu di bawah permadani sebagaimana dilakukan oleh Turki dan sekutu mereka sedang berusaha untuk melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dikatakan oleh President Putin sewaktu melakukan kunjungan pertamanya ke Israel: “Dalam abad ke-21, di masa mendatang tidak ada lagi tempat untuk penyakit xenophobia - benci pada asing, anti-Semitisme atau bentuk-bentuk lain daripada ketidak-toleranan rasial atau religius. Hal ini bukan hanya merupakan hutang kita kepada jutaan yang mati di dalam kamar-kamar gas [dan dapat saya tambahkan, dalam medan pembunuhan Armenia yang bersejarah], adalah tugas kita untuk generasi yang akan datang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Origins Of Modern Zionism - Part Two - The Anti-Christ That The Christians Missed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam artikel saya sebelumnya, The Origins of Modern Zionism, Saya menulis tentang pendiri dari Sabbateanism atau Zionisme modern, kabbalist Sabbatai Zevi, yang lahir di Smyrna (sekarang: Izmir) di Turki pada tahun 1626, dimana Jesus Sendiri memberikan referensi langsung yang bersifat nubuwatan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Unto the angel of the Church in Smyrna write….I know the blasphemy of them which say they are Jews, and are not, but are the synagogue of Satan.” Revelation to St. John The Divine 2: 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus mengetahui bahwa di Smyrna akan lahir seorang Anti-Kristus yang penuh dengan penghinaan terhadap Tuhan yang akan mendirikan sebuah gerakan yang anggotanya tidak hanya terdiri dari orang Yahudi asli, akan tetapi juga Yahudi gadungan pengikut Setan, yang berpura -pura atau bersikap seperti orang Yahudi dan dengan demikian bisa menyusup ke dalam sinagog Yahudi serta kemudian memimpin Yahudi yang sebenarnya untuk disesatkannya ke jalan Setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zevi menghapuskan Perintah-perintah Tuhan karena dia mengklaim zaman messiah telah tiba dan dia adalah messiah Yahudi itu yang akan mengantarkan zaman messiah itu menjadi sebuah kenyataan. Doa Zevi: “Terpujilah Dia yang telah mengizinkan yang terlarang.” Seorang Yahudi asli yang tidak mau disebutkan namanya baru-baru ini membuat komentar sbb: “Para pengikut Sabbatai percaya bahwa jika Alkitab mengatakan ‘Jangan membunuh,’ kemudian membunuh. Jika Alkitab mengatakan ‘Jangan berzinah,’ berzinah. Sepenuhnya jahat dan merusakkan tabiat, mereka adalah ahli dalam melakukan infiltrasi ke dalam agama lain. Donmeh Turki adalah Yahudi yang telah pindah agama kepada Islam akan tetapi tetap sebagai Yahudi (palsu). Mereka juga telah menginfiltrasi agama Kristen, Freemasonry, dan pemerintah dan yang lain-lainnya. Mungkin sebagian besar neocons adalah Sabbatean.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabbateanisme menjadi sebuah gerakan rahasia yang anggota-anggotanya adalah mereka yang mendirikan sekte yang dikenal dengan nama Donmeh di Kekaisaran Ottoman, yang mengambil alih kekuasaan kerajaan Turki dalam sebuah revolusi Masonik pada tahun 1908 . Jacob Frank (dilahirkan pada tahun 1726), turunan kedua Sabbatai Zevi dan pemimpin gerakan Sabbatean setelah kepemimpinan Rebbe Berechiah, dia membuat sebuah persekutuan dengan Keluarga Rothschilds dan Illuminati; kemudian dia dan pengikut-pengikutnya melakukan infiltrasi kedalam Gereja Katholik dengan cara memerintahkan kepada ribuan pengikutnya untuk berpura-pura memeluk agama Katholik. Pemrakarsa sebenarnya genosida keseluruhan penduduk Kristen di Asia Kecil yang k.l. berjumlah dua juta setengah selama terjadinya Perang Dunia I dan beberapa tahun sesudahnya, adalah para pengikut Sabbatai Zevi; demikian juga, merekalah pelaku Holokos Yahudi dan orang-orang Gypsy selama berlangsungnya Perang Dunia II. Hanya saja mereka memanfaatkan tangan-tangan Turki dan Jerman untuk melakukan pekerjaan jahat dan kotor mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah aspek mistik agama penyembah Setan Sabbatean adalah kepercayaan mereka terhadap suatu “percikan suci-holy spark” yang terdapat di dalam setiap diri manusia yang ditanamkan oleh oleh Tuhan, sang pencipta. Mereka percaya bahwa adalah merupakan sebuah tugas keagamaan untuk membebaskan “percikan suci” ini dan mengirimkannya kembali kepada Tuhan, dengan cara ini mereka percaya bahwa mereka telah melayani Tuhan dan dengan melakukan hal ini, mereka meyakini telah melakukan ibadah/kebaikan untuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan-pembunuhan yang mereka lakukan terhadap siapapun bukanlah merupakan sesuatu yang tidak disukai atau terlarang, membantai ratusan ribu, bahkan melakukan genosida terhadap satu suku bangsa pun, untuk mereka tidak ada guilty feeling. Dalam keyakinan mereka, membunuh adalah dalam rangka membebaskan “percikan suci.” Tentu saja hal ini jelas Setanisme, murni dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar Tuhan meletakkan Holy Spark kekal di dalam diri setiap manusia dalam rangka mendewasakan, mengembangkan diri serta pertumbuhannya. Tuhan adalah satu-satunya yang bisa mengambil kembali percikan suci (atau atom) tersebut. Untuk Tuhan, putih adalah putih dan hitam adalah hitam, jika seseorang membunuh maka dia adalah disebut sebagai seorang pembunuh. Tentu saja banyak pengikut Sabbataean yang mempraktekkan Setanisme dan mereka percaya terhadap pembunuhan, atau “panenan,” dalam rangka untuk mengirimkan kembali “percikan suci,” atau “atom” yang dimiliki manusia, yang merupakan kehidupan dan energi spiritual kepada Setan sebagai sebuah hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabbatean tidak perlu melakukan kekejaman itu dengan cara langsung, sebagian besar mereka menyukai untuk melakukannya secara tidak langsung melalui wakil-wakilnya; penipuan adalah semboyan mereka. Penipuan diizinkan oleh Tuhan di muka bumi, sebuah fakta dari keyakinan Sabbatean yang mereka ketahui dengan baik sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, gerakan Sabbatean menggunakan nama samaran yaitu Zionisme, yang sedang menggiring seluruh orang Yahudi kedalam satu tempat dalam rangka untuk membebaskan mereka dari ‘percikan suci” atau memanen dari mereka “percikan suci” dalam suatu “Holokos Kedua Yahudi” yang akan datang di bekas wilayah Palestina. Mereka percaya bahwa berjuta-juta “percikan suci,” asli Made in Israel, akan dibebaskan dari Yahudi yang dibunuh oleh orang-orang Muslim dan Arab selama Perang Dunia III yang akan datang, dimana Sabbatean akan menjadi pengarang atau penulis naskah. Mereka mengharapkan dewa-dewa berhala mereka menjadi penerima korban percikan suci itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid Jacob Frank dimanfaatkan untuk dihancurkan di atas tanah sambil mengucapkan nubuatan sementara BUSA mulai keluar dari mulut mereka. Hal ini adalah jelas merupakan sebuah tanda dari pengaruh Setan yang dikuasai oleh entitas yang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus Kristus, the Divine Shepherd, akan membawa sebagian besar Yahudi dan Kristen bersama-sama serta menyatukan mereka KEDALAM SEBUAH KESATUAN. Hal ini adalah merupakan satu alasan bagi Yahudi dan Kristen untuk mencintai serta saling tolong-menolong satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This article is not copyrighted. May be reproduced in any form.&lt;br /&gt;diterjemahkan oleh: akhirzaman.info&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;original source: http://www.rense.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6802526425463650065-7431414169005702210?l=international-moslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://international-moslem.blogspot.com/feeds/7431414169005702210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/asal-muasal-zionism.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/7431414169005702210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/7431414169005702210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/asal-muasal-zionism.html' title='Asal Muasal Zionism'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6802526425463650065.post-1805445628015334497</id><published>2009-04-03T09:07:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T09:18:25.345-07:00</updated><title type='text'>Movement of Masonry?</title><content type='html'>"Out of Orthodoxy – From Orthodox Rabbi to Secular Humanist"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: Rabbi David S. Gruber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many people reading this will not be happy. I suppose this article will be seen as somewhat analogous to a person everybody thought of as really, really straight coming out of the closet and proudly proclaiming him or herself as gay. No, it’s probably worse; as most Americans would sooner elect a gay person as President, than elect a secular humanist. In fact, a mere few years ago, the head of school of a prominent Orthodox Jewish day school left his job, came out of the closet as a homosexual, and checked out of Orthodox Jewish observance. Many of his students were angrier at the latter, rather than the former, even though (male) homosexual activity is a capital offense under Jewish Law. Go figure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, here goes. (Deep breath.) Having grown up an Orthodox Jew since the age of eight, having gone to prominent Israeli high school and post high school yeshivas, having been ordained by the Chief Rabbis of Israel, having served as the rabbi of an Orthodox congregation, as the head of one Jewish educational organization, and in the professional leadership of two Jewish day schools, having taught formally and informally people of all ages about Judaism, basically, since the age of sixteen, I am checking out. I am no longer Orthodox, and beyond that, no longer a theist. That’s it, it’s over. I am a secular humanist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What happened? Looking back I see things differently than I did at the time, but I have always been a skeptic. I never accepted things at face value, and consequently gradually there were more and more things in my religious philosophy and belief system that didn’t really fit. There were more and more square pegs that really needed to be forced into round holes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The change of heart and mind itself though really kind of happened all at once. It was as if it had always been clear to me. I just couldn’t understand why I didn’t pick up on it before. Orthodox Judaism and everything it was based on was wrong. It wasn’t just factually wrong, it was at times immoral, and it had robbed me of my individuality. It felt like a jail, which I couldn’t wait to get out of.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I spell out my problems with Orthodox Judaism it really starts, first, with the fact that I really just don’t connect to it anymore emotionally or cognitively. It really seems rather alien to me. The financial, emotional and social sacrifices one must make within the framework of Orthodox Judaism are substantial, and if one does not connect to it, find meaning in it, and believe it to be absolutely true, I cannot see how one can continue to live according to its multiple and minute precepts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One might object and protest that if Orthodox Judaism’s claims are valid, the fact that you don’t connect to it should not be a factor. Here lies the rub. There is absolutely no proof that Orthodox Judaism’s claims are valid. There is no proof that there is a God. In previous centuries at the primitive level of their scientific knowledge (even though there was never proof) there might have been reasons to posit a designer for the world. Our knowledge today of cosmology and biology no longer necessitates this. Not only that, there is no proof that a God dictated the Torah to Moses, if such a person ever existed, and no proof that any of the things we are told in the Torah ever happened. Even in books in the Hebrew Bible that might have some truth to them such as the Former Prophets, proof is available only for a select number of persons and events, which even in those cases usually does not back up the account of the Hebrew Bible. There is certainly no proof that the Oral Law existed much time before the Common Era. Again, perhaps in past generations, in the absence of the knowledge we now have about the development of these writings and ideas, there were reasons to accept these claims as true. Our knowledge today no longer necessitates this. In short, even before analyzing the points against belief in the Torah, you need to take quite a leap of faith, one that I see as entirely unwarranted. Occam’s razor and simple logic dictate therefore that these claims be seen as not only not provable, but also false.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second, I am convinced that significant parts of the Torah (and the rest of the Hebrew Bible) and the corpus of Halacha are immoral, intolerant, backward, racist, sexist and homophobic. Definitely the argument can be made that the Torah has much beauty to it, and that (at least in certain parts of it) it was beyond its time, but judging by today’s standards it is extremely lacking. Hence I find it impossible that it was written by God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Third, Orthodox Judaism is very much dependent on Moses’ receiving of the Torah from God, and that just does not fit with the evidence. Anyone who takes a serious and detailed look at the Torah and modern biblical research with an objective eye cannot fail to see that the theory of monoauthorism, namely that the Torah was written by a single author, especially in the 13th Century B.C.E. (and certainly earlier), is a fantasy. At that time Hebrew script and writing did not yet exist. The Canaanite alphabet had barely been standardized, after the change from 27 consonants to 22 consonants, and it was still written right to left, left to right and vertically too. Archeology clearly shows that Israelite society, when it emerged, was not a literate society, while the Torah takes this as a given. This is only one of numerous anachronisms in the Torah that make it clear that it is not a 13th Century B.C.E. document. In the 13th Century B.C.E., for example, contrary to what is imagined by the biblical authors, there were no domesticated camels, no Philistines living on the Coast, no Chaldeans in Ur, no widespread use of iron and coinage, no kingdoms in Edom, Moab and Amon, and the cities of Dan (with that name), Nineveh, Beer-Sheva, Gerar and many others mentioned were not founded yet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beyond that, the Documentary Hypothesis, the theory that the Torah is the product of a 6th-5th Century B.C.E. redaction of four (main and a few other minor) sources written during the 9th-6th Centuries B.C.E., is pretty much iron clad. The only serious opposition, very unconvincing in my eyes, is from those scholars on the left who accept polyauthorism, the existence of a number of authors, but maintain that the Torah is a product of late post exilic writings. There is simply no serious opposition from the Orthodox camp, which can deal with, and explain away the hundreds of points of data in six or seven different categories converging together that back up the Documentary Hypothesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeed, for the last half century, at least, no serious and comprehensive case has been mounted by the Orthodox to prove monoauthorism, and disprove polyauthorism on any serious level, and certainly not to prove monoauthorism from the 13th Century B.C.E. Some of the Orthodox are fond of citing differences of opinion in the biblical research community, regarding the details of polyauthorism, as some dubious proof that polyauthorism is wrong, and by default monoauthorism is right. This defies logic. Disagreement about details of an accepted construct with adequate support in honest research does not imply that the whole construct is invalid, and presto, the opposing unproved and irreparably flawed construct is right. Tired repetition of a few critical comments written by polyauthorists many years ago within the context of the above discussions, and usually quoted out of context, with no regard for evidence that has surfaced since the time of the comments, does no one any good either. Giving isolated case by case explanations (excuses?) how blatant contradictions aren’t really contradictions, or how anachronisms can be twisted to somehow fit the supposed time period they were written in, or how certain linguistic, thematic or terminological phenomena may have alternative explanations, while ignoring the overall patterns, that again cut across hundreds of points of data in six or seven different categories converging together, is just not serious.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fourth, an honest look at today’s mainstream Syro-Palestinian archeology can lead only to one understanding, namely, that the Exodus from Egypt, including the subsequent journey through the Sinai and Transjordan, and the Conquest of Canaan, never happened in any way remotely related to the account in the Torah, and for all practical purposes never happened at all. In fact, the consensus of archeologists today is that the Israelites and Judahites emerged out of the Canaanites of the Central Highlands of Ancient Palestine in the 12th-11th Century B.C.E. Without the foundational events of the Exodus and Conquest, the entire edifice of Orthodox Judaism crumbles. Add to that that most of what we are told in the Hebrew Bible before the 9th-8th Century B.C.E. is extremely questionable, certainly as far as scope and details are concerned. Even after that we are told a story that is a very specific version of the historical events, the version adopted by the minority Yahweh Alone party, the small group of priests who left their legacy and ideology embedded in the Deuteronomistic History (the composition which originally included the nine books of Deuteronomy – Kings).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is probably the strongest proof out there, and no one in the Orthodox community, to my knowledge, has dealt with this at all (and saying that the archeologists don’t know what they are talking about doesn’t count). More than that, some will still cite the now easily debunked and heavily biased “biblical archeology” of the past, which seemed to back up some of the accounts of the Hebrew Bible (conveniently leaving out the fact that it never really backed up others, and even went against some of them). It is as if nothing has happened in this field of research in the last half century, while in reality the revolution and systemization of this field over the course of those years has been phenomenal, turning this science into a much more exact one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With the above in mind, it makes much more sense that religion in general, with Judaism being no different, is the human product of people’s efforts to understand the world around them, especially before the advent of modern science, find meaning in their lives, and strive for connection with the transcendental. I remain fascinated by these cultural human phenomena, but convinced that they are just that. Again, there are many reasons to support such a conclusion, and absolutely no reason I should believe otherwise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The more I read and research, the more I realize the truth and beauty of secular humanism. I do not wish to base my life on fables, wishful thinking while ignoring the facts, and an imaginary friend that supposedly rules the universe, to whom we owe allegiance and obedient worship. Nor do I seek, as some Jewish movements to the left of Orthodoxy do, to continue in the footsteps of traditional Judaism, just in a watered down fashion. Rather I wish to base my life on a non-theistic world outlook that recognizes the supremacy of reason, and the dignity of the human being, who can and must stand alone in this world, and whose accomplishments and perseverance in an incredible and beautiful, while hostile and indifferent universe can and should be celebrated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After I wrote most of this, I saw that Christopher Hitchens summed up most of my thoughts so perfectly, “A moment in history has now arrived when even a pygmy such as myself can claim to know more [then the wisest of previous generations – DSG] – through no merit of my own – and to see that the final ripping of the disguise is overdue. Between them, the sciences of textual criticism, archeology, physics and molecular biology have shown religious myths to be false and man-made and have also succeeded in evolving better and more enlightened explanations. The loss of faith can be compensated by the newer and finer wonders we have before us…” (God is Not Great, 2007, p. 151)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I do not expect anyone to fully understand, just based on reading this. The above is based on much contemplation and much research, which cannot be adequately conveyed in a few paragraphs. Frankly, I am not really that interested in convincing anyone. I simply cannot live as an Orthodox Jew anymore, and I need to state that clearly. I look forward with excitement to a new and different life, as a secular humanist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One last note to my friends who remain within the Orthodox community, where those who leave the community are derided as being off the derech or (proper) “way”: Please do not refer to me as someone who is off the derech. I am on my own derech with as much legitimacy as yours, and frankly in light of all the above facts, a truer one and more realistic one too.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.interfaithweddingrabbi.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6802526425463650065-1805445628015334497?l=international-moslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://international-moslem.blogspot.com/feeds/1805445628015334497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/movement-of-masonry.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/1805445628015334497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/1805445628015334497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/movement-of-masonry.html' title='Movement of Masonry?'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6802526425463650065.post-6966711961239886363</id><published>2009-04-01T19:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T19:32:50.072-07:00</updated><title type='text'>Needed: A Modern Infrastructure</title><content type='html'>The Palestinian economy has been sadly neglE’Cted for the past 25 years of occupation. Immediate steps must be taken to develop the infrastructure for a flourishing, service¬based economy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Samir Hazboun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although the Palestinian economy is far from being a developed industrial economy, it has experienced significant growth in the service sector. This growth, however, has not followed the classical pattern experienced by service industries of the developed countries. Where the latter have experienced progressive growth together with an increase in productivity, the industrial sector of the Palestinian economy has remained stagnant and traditional. Small-scale handicraft production contributed less than eight percent to the Gross Domestic Product (GDP) in 1987; and productivity in most sectors has fallen.&lt;br /&gt;Whereas growth of income in developed economies is generated internally, growth of income in Palestine has been induced by external factors, primarily the demand for Palestinian labor in the Gulf States, before the Gulf War, and in Israel.&lt;br /&gt;Restrictions on internal development, in particular industrial development, have contributed to the growth of distributive services in the Palestinian economy. A large segment of the Palestinian labor force, has moved directly from the primary sector to the service sector, and service sector development has been affected by the heavy reliance on the export of labor services. The wages of Palestinians working in Israel have accounted for about 25 percent of the Gross National Product (GNP) of the West Bank since the early 1970s, more than 30 percent of the GDP. In the Gaza Strip, almost half of the employed population works in Israel. Thus the level of income in the Occupied Territories does not reflect the true level of development, it exaggerates it. The GNP per capita is not a good measure or indication of the level of development of these areas.&lt;br /&gt;Furthermore, the only available data is provided by the Israeli authorities, through the Central Bureau of Statistics. The fact that the Israeli authorities are the adversary in the struggle over sovereignty of the Palestinian territories reduces the credibility of the data. In addition, the fact that the bureau treats the West Bank and Gaza Strip as independent units, yet is unable to monitor the daily economic interaction over the Green Line, has led even Israeli researchers to question the statistics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.pij.org/details.php?id=774&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6802526425463650065-6966711961239886363?l=international-moslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://international-moslem.blogspot.com/feeds/6966711961239886363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/needed-modern-infrastructure.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/6966711961239886363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/6966711961239886363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/needed-modern-infrastructure.html' title='Needed: A Modern Infrastructure'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6802526425463650065.post-4948862008330118278</id><published>2009-04-01T19:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T19:29:01.133-07:00</updated><title type='text'>EMBRACE ISLAM OR DIE!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/SdQiHYFyEPI/AAAAAAAAAJs/w3OwuhihstM/s1600-h/time.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 286px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/SdQiHYFyEPI/AAAAAAAAAJs/w3OwuhihstM/s320/time.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319914569952530674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Although I hate American imperialism as much as anyone else and although I consider George W. Bush to be Dumb Dumbya, an unelected and fraudulent President who stole the election through unconstitutional Right-Wing manipulations and although I am essentially a cowardly pacifist who doesn't believe in war and although I've been a Left-Wing sympathizer practically from birth, I feel compelled to warn you that our Islamic fundamentalist torturers are determined to keep terrorizing America until this confrontation ends up a thermonuclear holocaust.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Their suicide bombers'll find ways to blow up our nuclear plants, poison our drinking water, destroy our bridges, explode our tunnels, release toxins into our atmosphere.  These madmen are determined to kill us in any and all ways that they can. All of us. All of us who live in America. Right-wingers and left-wingers. Blacks and Whites. Hawks and doves. Billionaires and deadbeats. Jews and Gentiles. Hindus, Buddhists, and even Moslems. America is our house and they want to burn it down with us all inside. They want to do to all America what they did to the World Trade Center. It didn't matter to them that there were Moslems in the WTC. According to the fundamentalist Islamic fairy tale, all the Moslems who died in the attack were "collateral damage?---involuntary martyrs for Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyone who lives in America is a target in the sights of these bloodthirsty cavemen. Just because you're a peace marcher will no more exempt you from the death they plan for you than the fact that I am a non-practicing Jew would have exempted me from Hitler's gas chambers.  But Hitler was small fry compared to these guys. Hitler concentrated on exterminating mainly the Jews. These guys want to exterminate all of Western Culture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never before in history has America so needed unity and brotherhood. We face an evil enemy, more brutal, bloodthirsty and barbaric as there ever was. The egotistical Osama bin Laden obviously fancies himself as a figure in Islamic history on the same scale with Saladin or maybe even the prophet Mohammed himself. Terrorism is theater. The destruction of the symbol of American economic dominance along with 5,000 or so lives was drama deliberately designed to provoke a commensurately punishing response from so self-absorbed a nation as ours.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Governed by a congress of fools and charlatans who are so unaware and insensitive that they refused to spend the money to guard against hijackers turning a passenger plane into a guided missile, Americans are as guilty of gullibility as the Islamic masses. Not only does the Arab 'street? refuse to believe the hijackers were Arabs, but the Arabs are as passionately lustful for vengeance as we are. In other words, like America, they can dish it out but they can't take it. The idea of the bin Laden people was to hurt America on so grand a scale that America would respond in kind, thereby infuriating the Moslem world. The bin Laden plan seeks to keep ratcheting up the cycle of revenge until the entire Islamic world joins the battle, enabling fundamentalist Islamic fanatics to take over a Moslem country with nuclear capabilities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We, too, are cursed with a surfeit of fundamentalists. Both on the far right and on the far left. In a world whose population will soon double, only compromise will make room for all of us. But a fundamentalist is someone who won't give an inch. Our fundamentalist far-left accuses greedy, imperialist America of having invited this terrible karma by having raped.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.blacklistedjournalist.com/column64.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6802526425463650065-4948862008330118278?l=international-moslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://international-moslem.blogspot.com/feeds/4948862008330118278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/embrace-islam-or-die.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/4948862008330118278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/4948862008330118278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/embrace-islam-or-die.html' title='EMBRACE ISLAM OR DIE!'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/SdQiHYFyEPI/AAAAAAAAAJs/w3OwuhihstM/s72-c/time.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6802526425463650065.post-6718428904516722335</id><published>2009-04-01T19:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T19:21:17.678-07:00</updated><title type='text'>Teaching Islamic Economics</title><content type='html'>The first leading university in the area of teaching Islamic economics as an academic subject is Al-Azhar University. This teaching is administered in two faculties : The Faculty of Commerce (Within the curriculum of the fourth level of the Bachelor�s program), and the faculty of Sharia (within the curriculum of the Legal Politics degree in the graduate program).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This subject matter has been introduced only recently by virtue of law no.102 issued in 1961 on the restructuring of Al Azhar and its constituent institutions. This development occurred quite late, in spite of the long-established existence of Islamic economics which is as old as Islam itself and whose emergence took place fourteen centuries ago. It also occurred quite late in spite of the opinion expressed by Moslem and non-Moslem theologians, and pertaining to the fact that Islamic economics, on the one hand, is unique and enjoys a separate identity and on the other hand, that the foundations and principles that underlie it meet the needs of modern times and guarantee man�s happiness on earth and in the Hereafter. Furthermore, the introduction of Islamic economics into school curricula was started quite late in spite of the enthusiasm shown by the Moslem peoples and their leaders towards the application of the precepts that contain the principles of Islamic economics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It seems that the issue involves a missing link. We shall try to clarify this in the following three sections :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. The novelty of Islamic economics as a subject matter.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;   2. Neglecting the teaching of Islamic economics as a school subject.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;   3. Neglecting the application of Islamic economics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ymsite.com/books/eepie/teaching.htm"&gt;http://www.ymsite.com/books/eepie/teaching.htm&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6802526425463650065-6718428904516722335?l=international-moslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://international-moslem.blogspot.com/feeds/6718428904516722335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/teaching-islamic-economics.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/6718428904516722335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/6718428904516722335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/teaching-islamic-economics.html' title='Teaching Islamic Economics'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6802526425463650065.post-6614686398738789816</id><published>2009-04-01T18:45:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T18:46:22.604-07:00</updated><title type='text'>AS Merekayasa Harga Minyak Dunia</title><content type='html'>Harga minyak mentah dunia pernah menembus angka kritis, yakni US$100. Anehnya, harga minyak mentah dunia seolah-olah tanpa kendali sedikitpun. Padahal secara ilmu ekonomi, antara supply dan demand tidaklah mengalami perubahan yang signifikan. Lantas mengapa harga minyak mentah dunia begitu fluktuatif dan cenderung naik terus? Adakah rekayasa? Siapakah pemain sebenarnya? Benarkah AS merekayasa penentuan harga minyak dunia? Lalu apa motif di balik itu semua? Untuk menjawab pertanyaan di atas, Gus Uwik dari Redaksi al-Wa’ie secara khusus mewawancarai Bapak Ichsanuddin Noorsy dari Tim Indonesia Bangkit. Berikut petikan wawancaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya terjadi dengan fluktuasi harga minyak dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat secara mendalam, berfluktuasinya harga minyak dunia dan bahkan cenderung naik tanpa kontrol sama sekali sebenarnya tidak lepas dari keberadaan AS. Harga minyak dunia memang tidak bisa dilepaskan dari campur tangan AS. Dengan kata lain, gonjang-ganjing harga minyak mentah dunia sebenarnya tidak lebih dari ‘permainan’ AS dalam upayanya untuk ‘mengeruk’ keuntungan sebesar-besarnya demi kepentingannya. Mengapa? Karena AS menguasai minyak dari hulu sampai hilir; bukan hanya perdagangannya saja, namun juga teknologi eksplorasi, produk derivatifnya, bahkan modal. Walhasil, kenaikan harga minyak dunia tanpa kontrol ini memang semuanya by design. Jawabannya bisa disederhanakan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa motif AS di balik ini semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, motif AS melakukan ini semua adalah agar: Pertama, memukul pesaing ekonomi dan politiknya. Sebagaimana yang dirilis oleh NewsWeek bulan Desember  2007: (1) Situasi politik ekonomi AS sejak 2001-2007 hanya memberi keuntungan kepada UE, Jepang, RRC dan justru menjadi pemicu bagi bangkitnya perlawanan dari negara-negara musuh potensial AS seperti Venezuela, Brazil, Bolivia, Argentina, Rusia dan Iran. Negara tersebut bukan saja secara politik senantiasa ‘berseberangan’ dengan AS, tetapi juga merupakan produsen minyak besar di dunia. Jika negara-negara tersebut tumbuh ekonominya maka mereka menjadi permasalahan tersendiri bagi AS. Belum lagi Cina yang saat ini dalam pemakaian konsumsi BBM menempati nomor ke-2 terbesar. Jelas, Cina saat ini terus berkembang menjadi ‘negara adikuasa’. Kondisi ini tentu sangat tidak diinginkan oleh AS. Karena itu, dalam upayanya untuk ‘menghadang Cina’ AS merkasyasa kenaikan harga minyak dunia. (2) Adanya upaya Rusia menggeser Unipolar, yakni dunia yang senantiasa berporos pada AS semata menjadi multipolar, yakni tidak semata-mata ikut pada kepentingan AS saja. Hal ini bisa dilihat dari berbagai macam kasus atau rekayasa yang dilakukan oleh Rusia, di antaranya dalam kasus penempatan rudal di Polandia, pertemuan Kawasan Kaspia dan lainnya. Jelas ini mengancam eksistensi AS sebagai negara adikuasa satu-satunya setelah ‘tumbangnya’ Uni Soviet. AS tidak mau kehilangan ‘pengaruhnya’ di mata negara-negara kecil di dunia. (3) Biaya Perang Irak yang begitu besar yang harus ditanggung oleh APBN AS. Hingga saat ini Perang Irak bukannya menunjukkan tanda-tanda selesainya ‘misi’, namun justru muncul ‘frustasi’ akibat semakin berlarut-larutnya permasalahan yang ada. Jelas ini membutuhkan back up dana yang cukup besar. Belum lagi adanya bencana alam yang menerjang dalam negeri AS, seperti Badai Katrina. Tanggungan biaya akibat bencana alam mini hanya tersedia US$ 116 miliar dari total kebutuhan US$ 150 miliar. Kondisi ini juga diperparah dengan adanya defisit perdagangan dengan RRC hingga mencapai (US$ 298 miliar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, upaya perbaikan kampanye politik perang Bush. Sebagaimana yang dilansir oleh The Economist, 30 June 2007, hingga tahun 2007 belanja AS untuk kebutuhan militer tetap menduduki peringkat pertama dibandingkan dengan sektor lainnya, bahkan kecenderungannya semakin naik; yakni 45,7% dari total belanja pertahanan, setelah pengelolaan minyak dan industri IT (knowledge base economy). Anggaran belanja militer yang membengkak ini merupakan akibat kampanye Bush ‘perang melawan terorisme’. Ini menyebabkan anggaran belanja negara mengalami kondisi yang timpang dan tidak sehat. Anggaran tersedot habis untuk membiayai ‘proyek perang’ Bush. Dari sinilah diperlukan fresh money yang bisa digunakan untuk memperkuat pondasi ekonomi. Tegasnya, harus ada upaya perbaikan (baca: timbal balik keuntungan) akibat ‘kampanye politik’ ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, upaya perbaikan kondisi dalam negeri AS terutama dalam pelayanan publik. Adanya pernyataan Alan Green Span pada tanggal 21 Juli 2001 yang mengungkapkan masalah internal ekonomi AS, dimana sejatinya ekonomi AS berada dalam kondisi yang begitu ‘kepayahan’. Beberapa sektor pelayanan publik  mengalami tingkat kelesuan yang semakin lama semakin mengkhawatirkan. Di antaranya dibidang asuransi sosial (social insurance), perumahan rakyat (public housing), gaji dan upah yang menurun (minimum wage and salary), asuransi kesehatan (health insurance) dan pemotongan pajak (tax cuts).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kegalauan dari para pengamat dan pejabat publik terhadap perekonomian AS yang akhir-akhir ini berada dalam fase yang ‘mengkhawatirkan’. Sebut saja pernyataan Joseph E Stiglitz (6 Oktober 2004) yang menyatakan bahwa dalam empat tahun pemerintahan AS, Bush telah gagal mengatasi masalah ekonomi yang senantiasa ‘merundung’ AS. Fakta menunjukkan bahwa angka pengangguran mencapai 5%, inflasi 1%, pertumbuhan di bawah 2,5% dan diperparah lagi dengan adanya perdagangan dengan RRC yang kian lama kian mengalami defisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, ekonomi AS terancam resesi. Kondisi ini kian lama kian berkembang. Akibatnya, Januari 2006, ekonomi dunia melemah mengalami kelesuan. Inilah yang kemudian sering disebut sebagai tonggak dekade keserakahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, inilah kondisi sebenarnya yang terjadi di AS. Jadi, AS sebenarnya berada dalam kondisi krisis. Selain pondasi ekonominya mengalami keguncangan, AS juga mendapat ‘ancaman’ dari negara-negara penghasil minyak besar dunia. Jika dibiarkan maka kehancuran AS adalah sebuah keniscayaan. Ini tentu tidak boleh terjadi berlarut-larut. Karena itu, AS berupaya mengatasinya. Salah satunya dengan ‘mempermainkan’ harga minyak dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kapitalis, atau dalam ekonomi global dalam bahasa netralnya, Indonesia ini sebagai ‘ekor’. Ketika kepalanya terlibas maka ekornya pun akan ‘terlibas’. Bahkan lebih panjang lagi dampaknya. Kita bisa melihat, sekarang hampir semua sektor industri Indonesia terpuruk, kan? Sekarang sektor perumahan sudah terkena, kedelai sudah kena imbasnya, harga mie instan sudah naik 30% di pasar, belum yang lain. Ya…habis-habisan. Jadi, tidak bisa dikatakan apakah kena dampak atau tidak? Semuanya sudah kena dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegasnya semua sektor terimbas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti. Jadi, imbas yang paling buruk adalah imported inflation itu, yakni sarana Amerika meningkatkan biaya produksi minyak di satu sisi, tetapi di sisi lain memukul harga jualnya. Dengan kata lain, AS berusaha memperbaiki posisi harga jualnya. Dalam konteks Indonesia, AS dan sekutunya mendesakkan agar Indonesia memberlakukan secara bebas ‘pasar bebas’ migas. Artinya, produk migas asing dengan berbagai macam derivative-nya bisa keluar-masuk dengan bebas  ke pasar Indonesia; bukan hanya bidang tataniaga perdagangan migas saja namun juga termasuk eksplorasi, eksplotasi hingga pemasarannya. Kita bisa mengerti jika kemudian asing berusaha mendesakkan (dan berhasil) mengajukan penghapusan subsidi terhadap migas sebagaimana tertuang dalam Perpres 7/05 RPJMN. Dengan kondisi ini, tidak aneh jika akhirnya terjadi liberalisasi seluruh sektor migas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa sebetulnya jumlah produksi real minyak Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tingkat kebutuhan minyak Indonesia adalah 1.450 barel perhari. Namun, kondisi lifting (tren produksi) baru mencapai 910 barel perhari. Jelas ada kekurangan antara 500–540 barel perhari. Ini di dapat dari mana? Ya dari impor. Inilah yang menyebabkan Indonesia menjadi negara net imported migas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang terjadi di Indonesia? Tatkala harga minyak dunia naik, kok kita tidak mendapatkan keuntungan? Yang digembar-gemborkan justru kerugian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kondisi ironisnya. Hampir sebagian besar perusahaan yang mengeksplorasi minyak Indonesia pemainnya adalah asing. Akibatnya, seluruh keuntungan lari keluar negeri. Ditambah lagi Pemerintah Indonesia mempunyai posisi tawar yang sangat rendah dalam negosiasi bagi hasil kontrak karya. Walau kelihatan tidak dirugikan, yakni dengan nisbah bagi hasil 55:45 atau 60:40, Pemerintah Indonesia sejatinya sangat dirugikan. Kita bisa melihat, dalam setiap kontrak karya, Pemerintah Indonesia harus menanggung cost recovery. Intinya, segala macam biaya yang tercakup dalam produksi minyak menjadi tanggungan Pemerintah Indonesia. Inilah celah yang bisa dimainkan oleh asing. Seluruh biaya produksi yang seharusnya menjadi tanggung jawab operator akhirnya terbebankan kepada Pemerintah Indonesia. Walhasil, hasil akhir bagi hasil keuntungan sangatlah kecil daripada apa yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi dalam pengukuran dan penjualan CO sering terjadi kecurangan dalam alat ukur yang dilakukan oleh para operator asing. Ditambah dengan perilaku mereka yang memang rakus, bernafsu untuk mengeksploitasi sebanyak-banyaknya tanpa memandang dampak lingkungan, dan lain sebagainya. Penyimpangan dalam eksplorasi dan pendistribusian hasil produk juga menjadi permasalahan tersendiri. Kondisi ini juga turut andil dalam mengurangi ‘margin keuntungan’ yang seharusnya didapat oleh Pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ‘bodohnya’ Pemerintah. Kok mau dicengkeram seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, solusi bagi Indonesia agar bisa ‘menangguk keuntungan’ atas permainan AS ini tidak lain dan tidak bukan harus dilakukan secara sistemik. Menurut saya, hal-hal yang harus dilakukan oleh Pemerintah adalah: (1) merenegosiasi kontrak. Jika memang diputus, ya diputus saja kemudian diserahkan pada BUMN kita sendiri. Namun, jika tidak bisa maka direnegosiasi lagi dalam bagi hasil serta tanggung jawab cost recovery-nya; didudukkan pada beban tanggung jawab dan bagi hasil keuntungan secara proporsional. Seharusnya Pemerintah Indonesia harus lebih untung dari operator asing. (2) Sekuritas kontrak. (3) Insentif produksi. (4) Revitalisasi kilang. (5) Investasi baru pada penemuan sumur-sumur, kilang-kilang pengolah minyak mentah serta gudang penyimpanan. (6) Konversi energi dari powerplant dan transportasi publik. (7) Mencegah dan menghentikan secara total eMining (pencurian migas). (8) batasi kepemilikan mobil. (9) Relokasi dan redistribusi APBN. (10) Sebarkan pembangunan hingga kepelosok negeri, (11) Berhenti berutang dan jadwal ulang kembali utang-utang luar negeri yang sudah terlanjur terjadi. (12) Ubah haluan ekonomi dari mekanisme pasar ke ekonomi konstitusi.&lt;br /&gt;Sumber: http://www.hizbut-tahrir.or.id/al-waie/index.php/2008/02/05/as-merekayasa-harga-minyak-dunia/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6802526425463650065-6614686398738789816?l=international-moslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://international-moslem.blogspot.com/feeds/6614686398738789816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/as-merekayasa-harga-minyak-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/6614686398738789816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/6614686398738789816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/as-merekayasa-harga-minyak-dunia.html' title='AS Merekayasa Harga Minyak Dunia'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6802526425463650065.post-6829418964282862742</id><published>2009-04-01T18:38:00.001-07:00</published><updated>2009-04-01T18:41:21.701-07:00</updated><title type='text'>Al-Qur’an dan Pedang raksasa di Lebak-Banten</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/SdQXYDhoTpI/AAAAAAAAAJk/hZ7OMA3MYHU/s1600-h/safe_image.php.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 202px; height: 184px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/SdQXYDhoTpI/AAAAAAAAAJk/hZ7OMA3MYHU/s320/safe_image.php.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319902761862057618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;warnaislam.com - Penemuan sebuah Al-Qur’an dan Pedang raksasa menghebohkan warga Lebak, Banten. Al-Qur’an tersebut memiliki panjang hingga 2,5 meter dengan lebar 1,38 meter. Sedangkan Pedang berukuran panjang 1,7 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga pun berdatangan untuk melihat keberadaan temuan tersebut. Kedua barang tersebut tidak hanya berukuran besar, namun juga asal muasalnya yang tiba-tiba saja ditemukan tergeletak di halaman Masjid Assahadat, Desa Bojong Leles, Lebak, Banten. Saat ini, Al-Qur’an dan pedang raksasa disimpan di dalam masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan pedang raksasa ditemuka tergeletak begitu saja tanpa diketahui pembawanya. Hal ini sempat membingungkan karena saat itu banyak warga yang berkumpul di masjid untuk memperbaiki tempat wudhu, demikian dikatakan pengelola masjid, Haji Dedi Yayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak dan sejumlah ulama tradisional telah melakukan pemeriksaan terhadap Al-Qur’an bersampul kulit unta itu. Dan hasilnya adalah seluruh isi Al-Qur’an adalah ditulis dengan tangan dan sesuai serta lengkap seperti lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan, kini Al-Qur’an dan pedang itu disimpan di Masjid Assahadat dengan penjagaan polisi. Pengelola mesjid pun menyediakan dudukan khusus untuk penyimpanan Al-Qur’an dan pedang raksasa itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6802526425463650065-6829418964282862742?l=international-moslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://international-moslem.blogspot.com/feeds/6829418964282862742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/warnaislam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/6829418964282862742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6802526425463650065/posts/default/6829418964282862742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://international-moslem.blogspot.com/2009/04/warnaislam.html' title='Al-Qur’an dan Pedang raksasa di Lebak-Banten'/><author><name>Yan AA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/Sabfmxn7J0I/AAAAAAAAADw/Dwg5qXa-PSo/S220/9315284129688m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Rl6Mx6bkqjw/SdQXYDhoTpI/AAAAAAAAAJk/hZ7OMA3MYHU/s72-c/safe_image.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
